Tinggal di rumah yang dekat masjid adalah keinginan sejak lama.
Suatu hari, saya dan istri sedang berada di Bandung, ada telepon masuk:
“Pak Jonih, kami sedang di yayasan (maksudnya: di Yayasan Ar-Rahmah, Ciomas, Bogor –tempat di mana kami tinggal).”
“Boleh kami bikin masjid di sini?” seorang baik hati, menelepon.
“Ooo…boleh; boleh sekali!”
“Mau ukuran berapa luasnya?”
Saya berpikir sejenak; lalu, “10 mx 10 m saja, Pak. Tapi, terasnya, di kanan-kiri dan bagian belakang, ingin 3 m, untuk anak2 belajar.
“Siap!”
Singkat cerita, jadilah masjid anggun itu. Alhamdulillah.
Dua – tiga tahun menjelang pensiun, saya undang beberapa alumi Yayasan Ar-Rahmah.
Mereka dimintai pendapat, untuk nantinya, bagaimana memperoleh dana bagi keperluan hidup dan pendidikan anak2 yatim & duafa Ar-Rahmah.
Usulan2 bermuncullan. Tapi, paling banyak menyarankan: “Kalau bisa, bikin sekolah.”
Hal sekolah, di mana ada manusia, di situ mesti ada sekolahan.
Agar beda dg sekolah2 yg sudah bertebaran di mana-mana, dan supaya lebih menarik, didirikanlah Sekol;ah Alam Ciomas.
Jadi, pendirian sekolah ini, dimaksudkan –semata-mata- untuk membiayai hidup dan pendidikan anak2 yatim/duafa Ar-Rahmah.
Merekalah pemilik hakiki sekolah ini. Kami mengelola saja.
Walau tertatih-tatih, dengan murid tahun I hanya 6 orang; tahun II 5 orang, dan tahun ketiga 7 orang; lama kelamaan, bertambah dan terus bertambah peminatnya.
Saat ini, total semua murid, kelas 1 hingga kelas 6, berjumlah 127 orang; guru 32 orang..
SACi –Sekolah Alam Ciomas telah meluluskan 6 angkatan.
Setiap pagi, 127 anak2 sekolah alam, melakukan shalat Dhuha di masjid sumbangan dari keluarga dermawan itu,
Tiba waktu Zuhur, mereka shalat berjamaah di masjid. Demikian juga para gurunya.
Dalam jam-jam sekolah, semua anak sekolah alam belajar mengaji, juga di masjid.
Anak2 yatim/duafa kami, shalat, belajar mengaji, dan bershalawat di masjid.
Banyak aktivitas lainnya, seperti rapat pihak sekolah dg orangtua, seminar, menerima tamu, dan kegiatan sosial dilakukan di masjid.
Anak2 yatim/duafa kami, tiap bakda Subuh mendoakan sangat bnyk orang, di antara doa2 itu:
“…bagi para donatur kami, balas kebaikan mereka dg pahala ber-lipat2, balas pula salahnya dg ampunan-Mu, jadikan jiwa2 mereka muthmainnah, keluarga mereka sakinah- mawaddah-wa rahmah, putra-putrinya saleh-salihah, …
…rezekinya melimpah, halal, & berkah; hidup mereka senantiasa dlm taufik & hidayah, akhir hidupnya husnul khatimah.”
Di antara yg disebut dalam doa2 itu adalah nama dari keluarga yg memberi masjid itu.
Dan, sy sendiri, scr terpisah, setiap pagi dan sore, berdoa, a.l.:
“Ya Allah, ampuni aku, ibu-bpkku (disebut namanya: …bin & …binti…) bpk-ibu mertuaku (…bin/binti), guru2ku (sy sebut guru2 sejak SD, SMP, SMA, para dosen, & guru2 mengaji –yg masih ingat), …
…orang2 yg pernah kami zalimi, orang2 yg pernah berjasa kpd kami, para donatur kami & keluarganya.”
“Bagi mrk yg tlh Kau panggil ke haribaan kasih dan sayang-Mu; ampunkan sgl dosanya, trmlah semua amal salehnya; …
…terangkan, lapangkan, & sejukkan kuburnya, masukkan mrk ke surga-Mu….
… Bagi mrk yg Kau msh beri kenikmatan hidup, sehatkan, sejahterakan, & bahagiakan hidupnya.
Utk semuanya: Allahumaghfirlahum, warhamhum, wa ‘aafihim, wa’fuanhu. Lahum alfatihah.”
Jadi, seandainya, para donatur kami itu & keluarganya, sdh wafat sekalipun; mrk tetap msh mendapatkan kiriman doa.
Terus mendapatkan passive income, insya Allah.
Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah bagi diri sendiri; memperbanyak memperhatikan orang lain.
Apabila amalan2 kita memberikan dampak yg luas; orang2 mendapatkan manfaat darinya; apa pun bentuknya; semoga semuanya itu menjadi passive income bagi pelakunya –yg akan meringankan perjalanan, di sini –kini & di sana –kelak. Aamiin.
Ciomas, 12/03/2026; menjelang waktu Ashar.
Salam, Jonih Rahmat -Pengasuh Anak2 Yatim/Duafa @ Yayasan Ar-Rahmah, Ciomas, Bogor & penulis buku2 best seller.
Menerima titipan: zakat, infak, shodaqoh, zakat maal; fidyah; pakaian bekas/baru -ukuran bayi, anak, dewasa, orangtua, perlengkapan2 sekolah/shalat, dapur, tidur, dan sembako.
Bank : – Mandiri KC Patra Jasa, Jakarta; No. Rek. : 070 000 435 485-3; – BCA KCP Gatot Subroto, Jakarta No. Rek. : 145 122 1391
BNI Cabang Menteng, Jakarta No. Rek. : 00 107 368 88
Tinggalkan komentar