Pagi ini, aku buka hp . Di fb kudapati Nia Tobing melantunkan sebagian dari I’tiraf –nya Abu Nawas yang kesohor itu.
Syair ini, sering dibacakan di langgar2, di desa, saat menjelang azan Magrib.
Pertama kali, ketika SD, saya mengenalnya di Madrasah Al-Ikhlas, dengan terjemahan bahasa Sunda disampakan oleh guru saya Ustaz Endang Komaruddin Allahu yarham -guru agama SMP Muhammadiyah Sayati, Bandung.
Aduh Gusti, abdi sanes ahli sorga
Namung, teu kiat nahan panas naraka
Saya mendapatkannya kembali, ketika SMP – dg terjemahan bahasa Indonesia- di Madrasah (sekarang) Pesantren Al-Basyariah, Jln. Cibaduyut; melalui guru saya lainnya, Ustaz Idang – Allahu yarham. -alumnus Pesantren Manonjaya, Tasikmalaya.
I’tiraf berisi pengakuan dosa yang sangat banyak dan permohonan ampunan yang tulus kepada Allah Swt. Bahasa yang sederhana tapi mengena, sangat menyentuh hati.
Kendatipun didendangkan oleh seorang non-muslim, Nia Tobing –guru musik di SMA dan finalis Indonesian Idol, syair ini tetap menyayat hati.
Menyimaknya dg tenang & meresapi maknanya, membuat mata berkaca-kaca.
إِلَهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلًا
IlaHii lastu lil-firdausi aHlaa
Wahai Tuhanku, aku bukanlah ahli surga,
وَلَا أَقْوَى عَلَى النَّارِ الْجَحِيْمِ
Wa laa aqwaa’alan-naaril-jahiimi
Namun, aku tidak kuat menanggung api neraka
فَهَبْ لِي تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوبِي
FaHablii taubatan waghfir dzunuubii
Maka, berilah aku taubat dan ampunilah dosaku
فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ
Fainnaka ghoofirudz-dzan-bil-‘azhiimi
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa besar
ذُنُوبِي مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ
Dzunuubi mitslu a’daadi-rimaali
Dosaku bagaikan butiran pasir di pantai
فَهَبْ لِي تَوْبَةً يَا ذَا الْجَلَالِ
Fa Hablii taubatan yaa dzal-jalaali
Maka, berilah aku taubat wahai Tuhan Yang Mahaagung
وَعُمْرِي نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ
Wa ‘umrii naaqisun fii kulli yaumi
Umurku berkurang setiap hari
وَذَنْبِي زَائِدٌ
Wa dzan-bii zaaidun
Sementara dosaku bertambah
كَيْفَ احْتِمَالِي
kaifah-timaali_
Bagaimanakah aku bisa memikulnya
إِلَهِي عَبْدُكَ الْعَاصِي أَتَاكَ
IlaHi ‘abdukal-‘aashii ataaka
Wahai Tuhanku, hamba-Mu yang berlumur dosa telah datang kepada-Mu
مُقِرًّا بِالذُّنُوبِ وَقَدْ دَعَاكَ
Muqirron-bidz-dzunuubi wa qod da’aaka
dg mengakui dosa2, dan telah memohon kepada Mu َ
فَإِنْ تَغْفِرْ
Fa in taghfir
Jika Engkau mengampuni
فَأَنْتَ لِذَا أَهْلٌ
Fa anta lidzaaka aHla
Memang, Engkaulah pemilik ampunan
وَإِنْ تَطْرُدْ
wa in tathrud
Namun, jika Engkau menolak
فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ
fa man narjuu siwaaka
kepada siapakah lagi -selain kepada Engkau- aku mengharap?
Pada malam2 10 hari terakhir Ramadhan, ketika mentari telah menyelesaikan tugasnya, saat malam tiba, hening menyelimuti malam hari; ambillah air wudhu, kita bersujud kepada-Nya.
Kita memohon ampun atas begitu banyaknya dosa yg diperbuat. Biarkan air mata membasahi pipi, hingga para malaikat menyekanya pada menjelang fajar.
Pada malam qadar, saat malaikat turun ke langit dunia, mereka menemukan dua amal manusia yang membedakannya dari penghuni langit:
- Manusia yang bersedekah dg hartanya kepada fakir miskin.
- Para pendosa yang merintih berurai air mata, memohon ampunan atas segala dosa mereka.
Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:
“Rintihan para pendosa lebih Aku cintai daripada gemuruh suara tasbih.”
“Gemuruh tasbih menyentuh Kebesaran-Ku; sedangkan rintihan para pendosa menyentuh Kasih-sayang-Ku.”
Ciomas, 11/03/’26; waktu Dhuha
Salam, Jonih Rahmat -Pengasuh Anak2 Yatim/Duafa @ Yayasan Ar-Rahmah, Ciomas, Bogor & penulis buku2 best seller.
Menerima titipan: zakat, infak, shodaqoh, zakat maal; fidyah; pakaian bekas/baru -ukuran bayi, anak, dewasa, orangtua, perlengkapan2 sekolah/shalat, dapur, tidur, dan sembako.
Bank : – Mandiri KC Patra Jasa, Jakarta; No. Rek. : 070 000 435 485-3; – BCA KCP Gatot Subroto, Jakarta No. Rek. : 145 122 1391
BNI Cabang Menteng, Jakarta No. Rek. : 00 107 368 88
Tinggalkan komentar