Tak lama dari beredarnya tulisan berjudul “Sujud –Aneka Bacaannya”, teman-teman pada merespons.
Selain ucapan terima kasih, beberapa di antaranya, mengajukan pertanyaan baru yang berkaitan dengan pokok bahasan.
Dari Bandung Timur, seorang kawan yg dikenal kuat pendiriannya, menulis:
”Hanupis elmuna, Kang Ujo.”
Naros, ah, “Upami bacaan doa sujud biasa, sami sareng sujud sahwi?”
“Terima kasih sekali, Kang Ujo. Mau bertanya, ah, Kalau bacaan sujud –dalam shalat- sama dengan bacaan sujud sahwi?”
Atau, mungkin, maksudnya, “Apakah bacaan dalam sujud sahwi sama dengan bacaan sujud dalam shalat?”
Ada 3 sujud, selain sujud yang biasa, dalam shalat:
Sujud syukur, sujud tilawah, dan sujud sahwi.
Sujud syukur adalah respons spontan dari seseorang yang merasa mendapat nikmat.
Segera setelah ia mendapat nikmat, dia rebahkan badannya ke arah bawah, menempelkan dahi dan hidungnya ke tanah.
Biasanya, sujud itu diiringi tangisan, air mata bahagia.
Segera setelah smash-nya tak mampu dibendung musuh; atau sesaat sesudah smash lawan berhasil di tahan; Megawati Hangesti, pevoli hebat, berjilbab; bersujud di lapangan.
Waktu itu, dalam perjalanan Bandung-Bogor, di Km 88, kami istirahat untuk shalat. Pas masuk halaman masjid, pesan WA masuk: “Bila lulus.”
Setelah mengikuti perkuliahan yang padat; co as yang menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Juga, finansial yg tidak murah; anak sulung kami, alhamdulillah, berhasil dalam ujian negara.
Depan masjid, di rest area itu, sambil menangis keras, saya tersungkur, bersujud.
Beberapa tahun lalu, begitu nama Muhammad Fikri Dzikri Rahmat di sebut dan dinyatakan diterima di Gontor, saya lari ke masjid.
O, ya; mengantisipasi lapangan tempat dewan asatidz, panitia, dan ribuan orangtua; riuh rendah oleh yang melakukan sujud syukur; sebelum pengumumam kelulusan dibacakan, panitia menyampaikan:
“Bagi orangtua yang anaknya lulus, diterima di Gontor; sujud syukurnya, silakan lakukan di masjid saja, jangan di sini!”
Di lantai rumah ibadah itu, sambil terisak-isak, saya bersujud; bersyukur kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى
Iki, anak ke-3 kami, setelah melalui tahapan tes yang ketat, diterima di Gontor (baca: artikel “Iki Diterima di Gontor” –yg pernah sy share).
Membaca tulisan “Iki Diterima di Gontor”, seorang eksekutif di Pertamina EP, ketika itu, merespons:
“Anak saya yg laki, diterima di TI ITB; dan, adiknya –perempuan, lulus masuk Psikologi UNPAD; perasaan, biasa2 saja.”
“Tapi, membaca anak Akang, diterima di Gontor; saya menangis!”
Sujud Tilawah adalah sujud yang dilakukan seorang qari / qariah ketika bacaan tiba pada ayat-ayat sajdah.*
Selain pembaca, orang lain yang mendengar pun, jika qari / qariah -nya bersujud, disunahkan ikut bersujud.
*Ada 15 ayat dalam Al-Quran yang mengandung ayat sajdah, ayat yang berisi hal kebesaran Allah.
Kalau bacaan sampai ke sini, pembaca dan pendengar, disunahkan bersujud.
Ayat-ayat ini, di dalam Quran, ditandai dengan simbol kubah masjid atau kata “سجدة” di akhir ayat atau pinggir mushaf.
Kalau tilawahnya khusyuk, tak jarang, saat kita membaca ayat; lalu, bersujud, air mata menetes.
Sujud Sahwi: sujud yang dilakukan karena seorang yang sedang shalat, lupa jumlah rakaat atau ada gerakan yang tertinggal.
Sujud dilakukan 2 x, setelah selesai membaca tasyahud/tahiyat; sebelum atau setelah salam.
Saat sujud sahwi membaca:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْا
Subhaana man-laa yanaamu wa laa yasHuu.
Mahasuci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.
Ada pendapat yang –boleh saja- membaca bacaan seperti bacaan sujud dalam shalat.
Pandangan lain: “Tidak perlu baca apa-apa!”
Jadi, Kang Teguh, bacaan sujud –dalam shalat dan sujud sahwi, boleh sama; bisa juga beda.
Bacaan atau doa sujud sahwi yang paling dikenal adalah yang di atas itu.
“Kalau sujud syukur dan sujud tilawah, baca apa?”
“Bisa baca doa apa saja; bahasa apa yg disuka; boleh tidak baca sesuatu pun!”
Ciomas, 02/03/’26; bakda Subuh.
Salam, Jonih Rahmat -Pengasuh Anak2 Yatim/Duafa @ Yayasan Ar-Rahmah
Menerima titipan: zakat, infak, shodaqoh, zakat maal; fidyah; pakaian bekas/baru -ukuran bayi, anak, dewasa, orangtua, perlengkapan2 sekolah/shalat, dapur, tidur, dan sembako.
Bank : – Mandiri KC Patra Jasa, Jakarta; No. Rek. : 070 000 435 485-3; – BCA KCP Gatot Subroto, Jakarta No. Rek. : 145 122 1391
BNI Cabang Menteng, Jakarta No. Rek. : 00 107 368 88
Tinggalkan komentar