Seorang senior saya di Pertamina EP, kemarin pagi, mengirimkan link berita, berjudul:
Masjid Nabawi dan Muhammadiyah: Tarawih Kembali ke Praktik Nabi Saw.
Warta itu memuat, antara lain:
“Kabar tentang pelaksanaan Salat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Ramadan 1447 H/2026 M, menarik perhatian banyak kalangan.”
“Otoritas Dua Masjid Suci mengonfirmasi bahwa Tarawih akan dilaksanakan dengan 10 rakaat ditambah dengan 3 rakaat witir.”
Karenanya, jumlah salat Tarawih di Dua Masjid Suci itu, pada tahun 2026/1447 berjumlah 13 rakaat.
“Barangkali, 13 rakaat itu terdiri atas 2 rakaat iftitah, 8 rakaat qiyam Ramadhan , dan 3 rakaat witir.”
“Sy enggak mengerti yang dimaksud dengan shalat Iftitah.”
“Yg sy tahu, bacaan iftitah setelah takbiratul ihram. Pls, let me know!”
Iftitah (افتتاح) berasal dari fi’il (kata kerja):
فَتَحَ – يَفْتَحُ – فَتْحًا
Fataha – yaftahu – fathan; artinya membuka.
Iftitah: pembukaan
Shalat Iftitah adalah shalat ringan, 2 rakaat, dilakukan sesaat setelah bangun tidur, sebelum melakukan shalatul-lail (tahajud).
Saking ringannya, menurut pendapat ke-1, setelah takbiratul ihram, baca doa iftitahnya pendek saja:
سُبْحَانَ ذِي الجَبَرُوْتِ وَالملَكُوْتِ وَالكِبْرِيَاء ِوَالعَظَمَةِ
Subhaana dzil-jabaruuti wal-malakuuti wal-kibriyaa-i wal ‘azhomah*_
“Mahasuci Allah -yang memiliki keperkasaan dan kekuasaan serta kebesaran dan keagungan.” (HR. Thabrani; dari Huzaifah Al-Yamani).
*Juga, merupakan salah 1 bacaan rukuk, sesuai HR. Nasai dan Abu Daud.
Begitu ringannya shalat itu, setelah fatihah, tidak baca surah; tapi langsung rukuk.
Ada pula yang mengerjakannya dg doa iftitah seperti dalam shalat lainnya. Setelah membaca Al-Fatihah, disambung surah Al-Kafirun –di rakaar I, Al-Ikhlas pada rakaat II.
Para ulama mengartikan shalat ini sebagai “pemanasan” sebelum masuk ke shalat utama: tahajud.
Karenanya, apabila shalat tahajud dilakukan di masjid –yg didahului dg Shalat Tahyatul Masjid, shalat Iftitah.tak diperlukan lagi.
Sebagian orang mengerjakannya juga, ketika hendak Shalat Tarawih.
Mungkin, mereka mengorelasikan shalatul-lail dg tarawih, karena ada pendapat yang mengatakan shalat malam bisa dilakukan juga setelah waktu Isya.
Sementara yang lainnya tidak melakukannya, sebab sebelum tarawih, badan sudah cukup “panas” dg Shalat Isya dan bakdiyahnya, sehingga warming-up -nya sudah beres.
“Bagaimana dg orang2 yang mengerjakan tarawih, dilakukan di masjid –yang tentu saja sebelumnya jamaah telah shalat Isya beserta bakdiyahnya, tapi tetap melakukan shalat Iftitah?”
“Jika kita berpendapat bahwa kalau mengerjakan shalat malamnya di masjid; dan –apalagi didahului shalat lainnya cq Isya beserta bakdiyahnya; tapi orang2 tetap melaksanakan Iftitah?”
“Tak masalah. Masing2 saja, dan tak usah saling mengganggu!”
“Kendatipun yang melakukannya di Masjiidil-Haram dan Majid Nabawi?”
“Sama saja. Ulama Saudi pun, ada yang menyatakan bahwa tak ada Shalat Iftitah sebelum tarawih. Di antara yg berpendapat seperti ini adalah Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin .
Akan halnya shalat tahajud, pendapat yg lebih populer, harus tidur dulu.
Pun, bisa dirasakan dan dibedakan tingkat kekhusyukan dan kenikmatan itu shalat malam, melakukannnya bakda Isya dg di 1/3 malam!
Kadang, ditemui, jamaah sebuah masjid, setelah Isya, tidak mengerjakan bakdiyah, tapi melakukan Shalat Iftitah; lalu, Tarawih.
Padahal, bakdiyah Isya adalah sunah muakadah –sunah utama; sedangkan Iftitah, bukan.
Mengerjakan Iftitah, melewatkan bakdiyah adalah seperti mengambil ranting, melepaskan dahan.
Ada pula ustaz yang berpendapat, “Tak ada shalat Iftitah itu! Nabi ﷺ hanya melakukan, sebelum shalat malam, 2 rakaat shalat ringan.”
Memang, untuk banyak shalat sunnah, seperti: tahyatul masjid, syukrul-wudhu, atau qabliyah/bakdiyah; Rasulullah ﷺ tidak menyebut nama shalat2 itu.
Untuk memudahkan bagi umat, dalam membedakan shalat sunnah satu dg lainnya, para ulamalah yang memberikan nama2 itu.
Kalau dalam Biologi, apa yg dilakukan para ulama tsb, namanya Taksonomi.
Dalam geologi, barangkali, seperti “Sandi Stratigrafi Indonesia” -Allahu yarham Prof. Dr. Sujono Martodjojo, Bapak Sratigrafi Indonesia..
Dari mana asal muasal Shalat Iftitah?
Dari ‘Aisyah رَضِيَ ٱللَّٰهُ عَنْهَا, ia berkata:
كَانَ رَسُول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذا قَامَ من اللَّيْل ليُصَلِّي افْتتح صلَاته بِرَكْعَتَيْنِ خفيفتين
“Rasulullah ﷺ apabila bangun untuk shalat malam, beliau mulai shalatnya dengan 2 rakaat ringan.” (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah رَضِيَ ٱللَّٰهُ عَنْه, Nabi ﷺ bersabda:
إِذا قَامَ أحدكُم من اللَّيْل فليفتتح صلَاته بِرَكْعَتَيْنِ خفيفتين
“Apabila kalian bangun untuk shalat malam, mulailah dengan shalat dua rakaat ringan.” (HR. Muslim)
Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani رَضِيَ ٱللَّٰهُ عَنْهُ, ia berkata:
“Sungguh aku perhatikan shalat Rasulullah ﷺ pada malam hari, ternyata beliau memulai dengan shalat 2 rakaat yang ringan …….” (HR. Muslim).
Imam Nawawi رَحِمَهُ ٱللَّٰهُ mengatakan,
هَذَا دَلِيلٌ عَلَى اسْتِحْبَابِهِ لِيَنْشَطَ بِهِمَا لِمَا بَعْدَهُمَا
“Hadis-hadis tersebut merupakan dalil dianjurkannya memulai shalat malam dengan 2 rakaat ringan, sebagai pemanasan untuk shalat2 setelahnya.” (Syarh Muslim).
Ciomas, 13/02/’26, waktu Dhuha. Salam, Jr.
Kami menawarkan paket ramadhan, untuk Sahur & Buka Anak2 Yatim/Duafa, sbb:
Paket A: Sahur atau Buka saja, untuk 50 orang: Rp1,5 jt
Paket B: Sahur + Buka: Rp 3 jt
Paket C: Tamu buka bersama kami, bawa nasi kotak 60 (kalau berlebih, dibagikan ke tetangga yg juga orang2 miskin).
Paket D: Sembako untuk 1 keluarga miskin, untuk Sahur & Buka 1 bulan: Rp4 jt.
Paket E: Sarung/Mukena, berapa pun jumlahnya.
Menerima titipan: zakat, infak, shodaqoh, fidyah.
Tinggalkan komentar