Pagi ini, saya menghadiri akad nikah seorang teman -yg masih muda belia, usianya sangat jauh di bawah saya (tentu saja; wong, ia baru nikah!).
Kawan ini bernama Abdurrahman.
Abdurrahman saja! Tak ada tambahan kata lain di belakangnya, Wahid, misalnya.
Kata “abdurrahman” berasal dari abdurrahmaan, artinya: hamba dari yang Maha Pengasih, hamba Allah.
Ia kata tunggal (mufrad).
Bentuk jamak (jama’)-nya: Ibaadurrahmaan, hamba2 dari yang Maha Pengasih, hamba2 Allah
Al-Qur’an menyebutkan:
وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا
“Dan hamba2 yang Maha Pengasih itu, ialah orang2 yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati; dan, apabila orang2 jahil menyapa mereka, mereka menjawab dg kata2 (yang mengandung) keselamatan.”
وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَٰمًا
“Dan orang2 yang mengisi waktu malamnya dg bersujud dan berdiri.”
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
“Dan orang2 yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.”‘
إِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
“Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.”
وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُوا۟ لَمْ يُسْرِفُوا۟ وَلَمْ يَقْتُرُوا۟ وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
“Dan orang2 yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”
وَٱلَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ
ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
“Dan orang2 yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah; dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dg (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan atas dosanya),
يُضَٰعَفْ لَهُ ٱلْعَذَابُ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِۦ مُهَانًا
“(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.
إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَٰلِحًا فَأُو۟لَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمْ حَسَنَٰتٍ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
“Kecuali orang2 yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًا
“Dan barangsiapa yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yg sebenar-benarnya.”
وَٱلَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا۟ بِٱللَّغْوِ مَرُّوا۟ كِرَامًا
“Dan orang2 yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang2) yang mengerjakan perbuatan2 yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”
وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا۟ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا۟ عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا
“Dan orang2 yang apabila diberi peringatan dg ayat2 Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang2 yang tuli dan buta.”
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Dan orang2 yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.”
أُو۟لَٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا۟ وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَٰمًا
“Mereka itulah orang2 yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dlm surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,”
خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
“Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat.” (QS. Al-Furqan: 63-76).
Nama anak kedua kami, ada kata abdurrahmannya: Muhammad Faisal Abdurrahman Rahmat.
Pada hari ke-7 dari kelahiran anak ini, di hadapan keluarga & para tamu yg datang, di Cibolerang, Bandung Selatan; saya umumkan nama bayi: Muhammad Faisal Abdurrahman Rahmat.
Kepada semua anak2 kami, pada nama belakangnya, ditambahkan, utk yg putra: rahmat; putri: rahmah.
Muhammad merujuk kepada Rasulullah saw., Faisal berasal dari kata Faishal (baca: faishol), artinya: pembeda antara hak dan batil.
Abdurrahman, sprt diuraikan di atas.
Rahmat ke nama belakang ayahnya -yg juga merupakan doa, smg dlm hidupnya, di sini -kini dan di sana -kelak, Allah karuniakan rahmat kepadanya.
Smg semua orang yg bernama -atau dlm namanya ada kata- Abdurrahman (termasuk pengantin ini & anak kami itu); juga, orangtua mereka, keluarganya, teman2nya, & siapa pun yg ada hubungan dengan Abdurrahman; Allah anugerahkan kepada mereka sifat2 baik, sprt yg disebutkan dlm ayat2 di atas. Aamiin
Jatiwarna, Bekasi & dlm prjlnn Bekasi-Bogor, 28/12/25, waktu Dhuha. Salam, Jr.
Tinggalkan komentar