Sehabis shalat Subuh di sebuah masjid besar dekat terminal, pinggir jalan, pas pintu keluar Terminal Cicaheum, ada Warung Betmen. Sebab sdg tutup, tak tampak apa yg dijual di itu warung
Dahulu kala, beberapa tahun setelah 1511, lama sesudah pendaratan Portugis di Pantai Eretan, Banten; para pedagang melalui pekerjanya, mengangkut komoditas hasil tani, jenis kacang2an.
Kacang itu, blm punya nama. Akan tetapi, saudagar besar, bandar itu barang dagangan, bernama Mr. Cadelle -bule Portugis.
Masyarakat, untuk gampangnya; kemudian, menyebut itu jenis kacang dg kadele
Bongkar muat karung2 besar berisi kacang, dilakukan. Karung2 dilempar pekerja bule, ditangkap bbrp kuli pribumi.
Saat melempar, si bule bilang, “Catch…catch…catch!” Maksudnya: tangkap!
Sebab berat, bbrp buruh pelabuhan yg berusaha menangkap karung agar tak jatuh ke tanah, lantaran beban yg kuat, pada mengeluarkan suara: “Eup…eup…eup!“
Sebagian orang, mendengarnya: “Up…up…up!”
Kacang punya saudagar Portugis itu, kemudian diberi nama kadele atau bhs Indonesianya kedelai; sedangkan produknya yg brp cair, manis, gurih -teman makan kupat tahu atau bubur ayam, disebut kecap.
Di darat, karung2 dinaikkan ke gerobak kayu, didorong orang banyak.
Jalan dari pantai ke arah daratan, nanjak. Meski para kuli terus berusaha mendorongnya, gerobak tak bergerak.
Bukan kebetulan, lewatlah ke situ, seorang Portugis, bertutup kepala mandor, mulutnya mengulum cangklong. Ia menghampiri para kuli, & ikut mendorong itu kendaraan kayu.
Pelan tapi pasti, gerobak berjalan. Semua bergembira, para buruh bersorak-sorei.
Purtugis yg baik hati itu bernama Tuan Don Lopez Conto de Baris
Mengenang kebaikan bule tsb., setiap ada “acara” narik/dorong/angkut yg berat2, utk memompa semangat, orang2 berteriak, menyebut nama itu, Don Lopez Conto de Baris, tapi dg lafal Sunda:
Holopis Kuntul Baris!
Warung itu juga, mungkin maksudnya: Batman, pembela kebenaran yg sakti mandra guna. Tapi, orang2 yg suka hal2 praktis itu, menulis sesuai yg mereka lafalkan: Betmen!
Begtulah Orang Sunda, sukanya, praktis2 sajah!
Di bus kota jurusan Cicaheum-Cibeureum, 23/11/25, masih pagi. Salam, Jr.
Tinggalkan komentar