Dari Aziziyah kami menuju Arafah untuk menghadiri dan menjadi peserta pelantikan haji oleh Allah Swt. “Al hajju Arafah, “ kata Nabi saw. Haji adalah Arafah. Tanpa hadir di Arafah seorang yang datang walaupun dari negeri yang sangat jauh, tidak dinyatakan sebagai haji.
Karenanya, jemaah yang sedang di rumah sakit sekalipun, dengan ambulan dan kelengkapannnya, diusahakan untuk hadir di Arafah untuk wukuf, untuk pelantikan menjadi haji
Arafah terletak 22 km sebelah tenggara Masjidilharam, meliputi area seluas 10,5 km2, terdapat rambu-rambu di sepanjang jalan yang menandai batas-batas Arafah.
Di sinilah para jemaah haji berkumpul, berhenti sejenak, merenung, bertafakur dalam wukuf pada tanggal 9 Zulhijah.
Para jemaah melakukan salat zuhur dan asar di-jama taqdim, sambil senantisa berdoa kepada Allah Swt. Rasulullah bersabda,
“Haji itu adalah Arafah.”
“Setiap bagian tanah Arafah adalah sah untuk wukuf.”
Di Arafahlah turun ayat yang menurut sebagian ulama sebagai ayat terakhir yang diturunkan kepada Rasulullah saw,
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam sebagai agama bagimu.” (QS. Al-Maidah:3).
Di Arafah terdapat sebuah bukit yang diyakini sebagai tempat pertemuan kembali Adam dan Hawa, setelah terpisah puluhan tahun.
Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani dalam Sejarah Mekah menyebutkan bahwa dinamakan Arafah karena Adam dan Hawa bertemu dan saling mengenal kembali, ta’aruf, seakar kata dengan Arafah.
Pendapat lain menyebutkan bahwa Malaikat Jibril mengajari Ibrahim tentang manasik haji. Setelah itu Jibril bertanya kepada Ibrahim, “Sudah mengertikah engkau?” Ibrahim menjawab, “Arraftu. Ya, aku sudah mengerti.”
Sedangkan menurut Ibnu Abbas ra., dinamakan Arafah karena di sanalah manusia mengakui, ya’tarifun, dosa dan kesalahan-kesalahannya.
Begitu rombongan tiba di Arafah, jemaah diminta agar istirahat dulu di kemah yang telah disediakan.
Di dalam kemah, kemudian, kami melakukan salat zuhur dan asar secara di-jama; dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa yang menyentuh hati.
Doa-doa itu begitu indah, sehingga banyak jemaah, ketika membacanya, meneteskan air mata.
Di sinilah, di Arafah, kami berserah. Kami adukan kelemahan tubuh kami. Kami sampaikan pengakuan kami tentang banyaknya salah dan dosa yang telah kami perbuat selama ini. Kami mohonkan ampunan kepada Yang Mahakuasa.
Seluruh jemaah, ratusan, ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan orang hanyut dalam doa dan keheningan Arafah. Semua hati tunduk, bersujud kepada
Yang Esa. Tetes-tetes bening air mata, mengalir membasahi pipi, berjatuhan membasahi bumi.
“Tuhan, ampunkan dosa kami, dosa ibu-bapak kami, dosa guru-guru kami, dosa orang-orang yang telah berjasa kepada kami, dan dosa orang-orang yang telah kami zalimi.
Anugerahkan kepada kami kesehatan jasmani dan rohani, kesehatan fisik dan mental kami.
Jadikan anak-anak kami dan semua anak-anak yatim kami, anak-anak miskin kami, sehat jasmani dan rohani, sehat fisik dan mental, tumbuh cerdas ceria, taat ajaran-Mu, berbakti kepada orang tua; menjadi anak-anak yang saleh-salehah.
Jadikan mereka putra-putri yang rajin dan pintar salat, mengaji, dan pelajaran di sekolah, menyejukkan hati, bersikap baik kepada saudara, memperlakukan dan diperlakukan baik orang lain, berhasil dalam studi, hidup sehat dan sejahtera, manfaat dan berkah bagi sesama.
Berikan kepada kami, rezeki yang banyak, berlimpah, halal, dan berkah.”
Jemaah kemudian mengikuti pembacaan doa yang sangat menyentuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ali Muhammad.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Ya Allah, sampaikan selawat kepada Rasulullah dan keluarganya.
Ya Allah,
Wahai Yang Menyaksikan setiap rintihan. Wahai Tumpuan setiap pengaduan. Wahai Yang Mengetahui semua rahasia. Wahai Akhir dari segala keperluan
Wahai Yang Memulai dengan kenikmatan pada semua hamba-Nya. Wahai Yang Mulia ampunan-Nya. Wahai Yang Baik maghfirah-Nya
Wahai Yang Maha Dermawan. Wahai Yang dari-Nya tidak tersembunyi kegelapan malam, lautan yang berderu, langit yang berawan tebal, dan gelap bercampur badai.
Wahai Yang di sisi-Nya gelap menjadi cahaya.
Aku memohon kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang mulia, yang bila Kautampakkan pada gunung ia hancur dan Musa pun jatuh tersungkur.
Dengan asma-Mu, yang dengannya Kautinggikan langit tanpa tiang, dan Kaubentangkan bumi di atas air yang beku.
Dengan asma-Mu yang tersimpan kokoh, yang tertulis dan suci, yang bila berdoa kepada-Mu dengannya Kauijabahi, dan bila meminta Kaumemberi.
Dengan asma-Mu yang suci, yang kudus dan jelas, yang berupa cahaya di atas semua cahaya. Cahaya dari cahaya yang menyinari sumua cahaya.
Yang jika sampai ke bumi ia terbelah, bila sampai ke langit ia terbuka, dan bila sampai ke arasy ia bergoncang.
Dengan asma-Mu yang karenanya gemetar para malaikat-Mu.
Aku bermohon pada-Mu dengan hak Jibril, Mikail, dan Israfil serta dengan hak Muhammad, semoga selawat tercurahkan kepadanya, keluarganya, dan semua nabi dan malaikat.
Dengan asma-Mu, yang dengannya Hidhir berjalan di permukaan air seperti berjalan di permukaan bumi.
Dengan asma-Mu, yang dengannya Engkau belah lautan untuk Nabi Musa dan Engkau tenggelamkan Fir’aun beserta kaumnya, lalu Kauselamatkan Musa dan pengikutnya.
Dengan asma-Mu, yang dengannya Musa berdoa kepada-Mu di Thur Ayman lalu Kauperkenankan doanya dan Kauanugerahkan kepadanya rasa cinta kepada-Mu.
Dengan asma-Mu, yang dengannya Isa putera Maryam menghidupkan orang mati dan berbicara dengan bayi dalam ayunan, menyembuhkan orang yang buta dan penderita penyakit kusta dengan izin-Mu.
Dengan asma-Mu yang dengannya berdoa kepada-Mu para malaikat pemikul arasy-Mu, Jibril, Mikail, Israfil. Dan dengannya berdoa kepada-Mu, kekasih-Mu, Muhammad saw.; para malaikat muqarrabin, para nabi dan rasul, dan semua hamba-Mu yang saleh dari penghuni langit dan bumi.
Dengan asma-Mu yang dengannya Dzun-Nun berdoa kepada-Mu ketika ia pergi dalam keadaan marah kemudian mengira bahwa Engkau tidak kuasa atasnya kemudian ia memanggil-Mu dalam kegelapan,
“Tiada Tuhan kecuali Engkau, Maha Suci Engkau sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.” Kemudian Kauperkenankan permohonanya dan Kauselamatkan dia dari duka cita dan dengannya pula Kauselamatkan orang-orang yang beriman.
Dengan nama-Mu yang agung yang dengannya Dawud berdoa kepada-Mu dan tunduk rebah karena keagungan-Mu lalu Kauampuni dosanya.
Dengan asma-Mu, yang dengannya Asiyah istri Fir’aun berdoa kepada-Mu ketika ia berkata, ”Wahai Tuhanku, bangunkan bagiku di sisi-Mu rumah di surga, selamatkan daku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkan daku dari kejahatan kaum yang zalim.”
Lalu Kauperkenankan doanya.
Dengan asma-Mu, yang dengannya Ayyub berdoa kepada-Mu ketika ia tertimpa bala, lalu
Kausehatkan dia dan Kauhadirkan dia di tengah-tengah keluarga dan umatnya sebagai rahmat dari sisi-Mu dan peringatan bagi hamba-hamba-Mu yang tunduk pada-Mu.
Dengan asma-Mu, yang dengannya Ya’qub berdoa kepada-Mu lalu Kaukembalikan padanya penglihatannya dan Yusuf pelita hatinya, dan Kauhimpunkan barang-barangnya yang berserakan.
Dengan asma-Mu, yang dengannya Sulaiman berdoa kepada-Mu lalu Engkau karuniakankepadanyakerajaan yang tidak layak bagi seorang pun sesudahnya, sungguh Engkau Maha Pemberi.
Dengan asma-Mu yang dengannya Engkau tundukkan Buraq kepada Muhammad saw. ketika Allah Swt berfirman, “Maha Suci Yang Memperjalankan hamba-Nya di waktu malam dari Masjidil Haram ke Masjidilaksa.”
Dan ketika Allah Swt .berfirman, “Maha Suci Tuhan yang menundukkan semua ini bagi kami padahal sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”(QS. Azzukhruf: 13-14).
Dengan asma-Mu, yang dengannya Jibril turun kepada Muhammad saw.
Dengan asma-Mu, yang dengannya Adam berdoa kepada-Mu. Lalu Kauampuni dosanya dan Kautempatkan dia di surga-Mu.
Aku memohon kepada-Mu dengan hak Alquran yang agung, dengan hak Muhammad, nabi yang terakhir, dengan hak Ibrahim, dengan hak ketetapan-Mu pada Hari Pengadilan, dengan hak Mizan-Mu ketika ditegakkan, dengan hak mushaf-mushaf ketika disebarkan.
Dengan hak Alqalam dan yang digoreskan, dengan hak Lauhil mahfuzh dan apa yang tercatat, dengan hak nama yang telah Engkau catat di lembaran-lembaran arasy-Mu, beribu-ribu tahun sebelum Engkau ciptakan makhluk, dunia, matahari, dan bulan.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu.
Aku memohon kepada-Mu dengan asma-Mu yang Engkau simpan di khazanah-khazanah-Mu.
Yang Engkau istimewakan untuk ilmu gaib yang hanya Engkau yang mengetahuinya di sisi-Mu, yang tak ada yang mengetahuinya seorang pun dari makhluk-Mu, malaikat muqarrabin, nabi dan rasul, dan semua hamba-Mu yang pilihan.
Aku memohon kepada-Mu dengan asma-Mu, yang dengannya Engkau belah lautan, dengannya gunung-gunung ditegakkan, siang dan malam silih berganti.
Aku memohon kepada-Mu dengan hak Sab’ul matsânâ (surat Alfatihah), dan dengan hak Alquran yang agung, dengan hak para malaikat yang mulia pencatat amal, dengan hak Thaha, Yasin, Kâf-Hâ- Yâ-’ain-Shâd, Hâ-Mîm-‘âin-Sîn-Qâf, dengan hak Taurat Musa, Zabur Dawud, dan dengan hak Alquran yang diturunkan kepada Muhammad saw.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan hak munajat-munajat antara Engkau dan Musa bin Imran di Gunung Thur Sina.
Aku memohon kepada-Mu dengan asma-Mu yang Kauajarkan kepada Malaikat Pencabut Nyawa.
Aku memohon kepada-Mu dengan asma-Mu yang dituliskan pada daun zaitun kemudian api tunduk pada daun itu, lalu Engkau berfirman,”Hai api menjadi dinginlah dan menjadi
selamatlah.” (QS. Al-Anbiya: 69).
Aku memohon kepada-Mu Dengan asma-Mu yang Kautulis pada lembaran-lembaran yang agung dan mulia.
Wahai Yang kepada-Nya pemohon tidak merahasiakan permohonannya, dan orang yang mendapatkannya tidak mengurangi karunia-Nya.
Wahai Yang kepada-Nya tempat memohon perlindungan dan pertolongan. Aku memohon kepada-Mu dengan keagungan arasy-Mu, dengan puncak rahmat kitab-Mu, dengan asma-Mu yang paling agung, dengan kemuliaan-Mu yang paling tinggi, dan dengan kalimah-kalimah-Mu yang sempurna dan mulia.
Ya Allah, Tuhannya angin dan semua yang dihembuskan, langit dan semua yang dinaungi, bumi dan semua penghuninya, setan dan semua yang disesatkan, lautan dan semua yang dialirkan.
Dengan semua hak yang hanya layak atas-Mu, dengan hak para Malaikat Muqarrabin, Ruhaniyyun dan Karubiyun, dan para malaikat yang senantiasa bertasbih kepada-Mu siang dan malam tanpa kenal lelah.
Dengan hak Ibrahim kekasih-Mu, dengan hak para kekasih-Mu yang memanggil-Mu antara Safa dan Marwah, lalu Engkau kabulkan doanya.
Wahai Yang Maha Mengabulkan doa,
Dengan hak semua nama dan doa yang telah aku sebutkan, Aku memohon kepada-Mu, ampunilah dosa-dosa kami yang lalu dan yang akan datang, yang kami sembunyikan dan yang kami tampakkan.
Engkau lebih mengetahui daripada kami. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Ampunilah dosa-dosa kami dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
Wahai Yang Menjaga setiap yang terasing. Wahai Yang Menghibur setiap yang sendirian. Wahai Yang Menguatkan setiap yang lemah.
Wahai Yang Menolong setiap yang teraniaya. Wahai Yang Memberi rezeki setiap yang terhalangi. Wahai Yang Menghibur setiap yang terhempas.
Wahai Yang Menemani setiap musafir. Wahai Yang Menjaga setiap muqimin. Wahai Yang Mengampuni semua dosa dan kesalahan.
Wahai Yang Melindungi setiap yang memohon perlindungan. Wahai Yang Menolong setiap jeritan para pencari pertolongan.
Wahai Yang Menghilangkan derita orang-orang yang menderita. Wahai Yang Menggembirakan duka orang-orang yang berduka.
Wahai Yang Menciptakan langit dan bumi. Wahai Akhir tujuan para pengharap. Wahai Yang Memperkenankan doa orang-orang yang sengsara.
Wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi. Wahai Tuhan alam semesta. Wahai Yang Membalas pada Hari Pembalasan.
Wahai Yang Paling Dermawan dari semua yang dermawan. Wahai Yang Paling Mulia dari semua yang mulia. Wahai Yang Maha Mendengar dari semua yang mendengar.
Wahai Yang Maha Melihat dari semua yang melihat. Wahai Yang Mahakuasa dari semua yang berkuasa,
Ampunilah dosa-dosaku yang mengubah kenikmatan
Ampunilah dosa-dosaku yang mewarisi penyesalan.
Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana.
Ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan.
Ampunilah dosa-dosaku yang menahan doa.
Ampunilah dosa-dosaku yang menahan turunnya hujan.
Ampunilah dosa-dosaku yang mempercepat kebinasaan
Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan penderitaan.
Ampunilah dosa-dosaku yang mengelapkan hati.
Ampunilah dosa-dosaku yang mengungkap tirai.
Ampunilah dosa-dosaku yang tiada memaafkannya kecuali Engkau, ya Allah.
Jauhkan dariku setiap akibat buruk dari makhluk-Mu. Jadikan urusanku kebahagiaan bagiku, jalan keluar, dan kemudahan.
Tanamkan ke dalam dadaku keyakinan pada-Mu,
dan ke dalam kalbuku harapan pada-Mu. Sehingga aku tidak berharap kepada selain-Mu.
Ya Allah,
Jagalah daku dan selamatkan daku dalam keadaanku ini. Temani daku pada malam dan siangku, di depan dan di belakangku, di kanan dan kiriku, di atas dan di bawahku.
Mudahkan daku dalam perjalanan. Muliakan daku dengan kemudahan. Jangan hinakan daku dengan kesulitan. Berilah daku petunjuk Wahai Pemberi petunjuk yang terbaik.
Jangan biarkan aku sendirian dalam segala urusanku. Karuniakan padaku setiap kebahagiaan.
Kembalikan daku pada keluargaku dengan keberuntungan dan keselamatan yang dihiasi kebahagiaan, cepat atau lambat. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
Anugerahkan padaku karunia-Mu. Luaskan bagiku rezeki-Mu yang baik. Anugerahkan padaku kekuatan beramal untuk beramal dalam ketaatan pada-Mu.
Selamatkan daku dari siksa-Mu dan neraka-Mu. Masukkan daku ke surga-Mu dengan rahmat-Mu ketika aku kembali kepada-Mu.
Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan dari-Mu, datangnya siksa dan azab-Mu.
Aku berlindung kepada-Mu dari bala yang berat dan kesengsaraan, dari takdir yang buruk, dan kejahatan musuh-musuh-Mu; dari keburukan yang datang dari langit dan keburukan yang disebutkan dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada Rasul-Mu.
Ya Allah, jangan golongkan aku dengan orang-orang yang buruk dan penghuni neraka. Jangan halangi aku untuk bersahabat dengan orang-orang yang baik. Hidupkan aku dengan kehidupan yang baik.
Matikan aku dengan kematian yang baik yang menyusulkan aku pada orang yang baik. Anugerahkan padaku persahabatan dengan para nabi di tempat yang benar di sisi Penguasa Yang Mahakuasa.
Ya Allah, segala puji bagi-Mu yang telah membawa mereka pada kebaikan ujian-Mu dan ciptaan-Mu. Segala puji bagi-Mu yang telah membawa mereka pada agama Islam dan mengikuti sunnah Nabi-Mu.
Ya Rabbi, sebagaimana telah Kautunjuki mereka pada agama-Mu dan Kauajarkan kepada mereka kitab-Mu, maka tunjuki kami dan ajari kami.
Segala puji bagi-Mu yang telah membawa daku pada kebaikan ujian-Mu dan ciptaan-Mu secara khusus bagiku.
Sebagaimana Kauciptakan daku, lalu Kaujadikan aku dengan ciptakan yang baik. Kauajari aku, lalu Kaubaguskan pengajaran padaku. Kautunjuki aku, lalu Kaubaguskan petunjuk bagiku.
Segala puji hanya milik-Mu puji atas segala nikmat yang telah Kauberikan padaku yang dahulu atau yang baru.
Betapa banyak penderitaan, duhai Junjunganku, yang Engkau bahagiakan.
Betapa banyak kesengsaraan, duhai Junjunganku, yang Engkau hilangkan.
Betapa banyak kesulitan, duhai Junjunganku, yang Engkau lepaskan.
Betapa banyak cobaan, duhai Junjunganku, yang Engkau singkirkan.
Dan betapa banyak aib, duhai Junjunganku, yang Engkau rahasiakan.
Segala puji hanya milik-Mu. Puji dalam segala keadaan, tempat, dan waktu. Dalam keadaan ini dan segala keadaan.
Ya Allah, jadikan aku tergolong kepada hamba-hamba-Mu yang memperoleh bagian yang paling utama pada hari ini dari:
· kebaikan yang Engkau bagikan, atau penderitaan yang Engkau hilangkan.
· kesulitan yang Engkau singkirkan, cobaan yang Engkau tolakkan, atau
· kebaikan yang Engkau curahkan, rahmat yang Engkau sebarkan
· keselamatan yang Engkau bungkuskan.
Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Hanya di tangan-Mu semua khazanah langit dan bumi.
Engkau Maha Esa, Mahamulia, dan Maha Pemberi. Engkaulah yang tidak menolak orang yang memohon, yang tidak menyia-yiakan orang yang berharap, yang tidak berkurang sedikitpun karunia-Nya karena orang yang mendapatkan, dan tidak akan habis segala yang ada di sisi-Nya.
Bahkan bertambah banyak kebaikan-Nya, pemberian, dan kedermawanan-Nya.
Karuniakan padaku dari khazanah-khazanah-Mu apa yang tak pernah musnah dan dari rahmat-Mu yang sangat luas.
Sesungguhnya pemberian-Mu tidak pernah terhalang. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
*Pesan moral-20* :
Arafah, tempat kita mengenal kembali diri kita masing-masing. Tempat mentafakuri diri. Telah jauh perjalanan yang ditempuh. Banyak salah dan dosa telah kita lakukan; sementara amal saleh sangat minimal. Kita beristighfar, mohon ampun kepada Tuhan.
Di luar ibadah haji, perlu juga waktu-waktu di mana kita bisa merenung sejenak, membaca diri.
Tinggalkan komentar