Jumat pk 07, 7 November 2025, dari mulut Jln. Sekelimus Tengah 2, Jln. Soekarno-Hatta, pas depan RM Sederhana, rombongan Alumni SMP X’77 Bandung, berangkat menuju Garut.
Dikomandoi trio “TNI”: Tono-Neneng-Ida, didukung teman2 semua,
lulusan tahun 1977 SMPX Bandung, ini sangat rajin bersilaturahmi.
Yang bisa dianggap fixed programs, “yg pasti2”, kata anak2 muda, adalah: Ramadhan: bukber, bln2 stlhnya: HBH
Di luar itu, ada saja momen2 kebersamaan yg tak kami lewatkan.
Di rasa sdh agak lama tak bersua, The Chaptoeners, hari ini mau rihlah, jalan2 santai sambil mentadaburi nikmat indahnya alam Parahyangan, khususnya anugerah energi panas bumi & kesegaran alam nan memesona.
Kendaraan berjalan lancar, hingga sejam kemudian, bus batuk2. Sopir menggiring mobil ke pinggir.
Ada bagian kendaraan yg rusak & ia tak bisa berjalan. Sambil menunggu mobil pengganti, agar bagian panggul tak pegal, para penumpang sejenak beristirahat dari duduknya, berdiri sambil bercengkerama di trotoar.
Kendaraan yg dikirim pihak perusahaan penyewaan bus sebagai pengganti yg mogok, 1 jam kemudian, datang.
“Kemarin sore, mereka kirim gambar bus yg akan kita pakai. Bagus! Bukan mobil yg ini!” Tono & Neneng kepada saya dan teman2, bilang.
“Tapi, tadi malam mereka bilang bahwa unit mobil itu berhalangan, dan diganti yg ini,” Tono menambahkan.
“Tapi, sehat kan, mobilnya?”
“Sip!”
“Tapi, ternyata bermasalah. Maaf, nich, kepada kawan2!”
Lantaran, kawan2 adalah tukang jalan2, semuanya mafhum, kejadian seperti ini adalah hal biasa.
Kalau kata TVRI zaman dahulu kala -yg di tengah2 siaran, sering tiba2 ada gangguan:
: “Kesalahan bukan pada pesawat televisi Anda!”
Panitia tidak ada yg salah!
“Jadi, siapa yg salah?”
Awal Juni, tahun lalu, atas sponsorship dari sebuah keluarga di Jakarta, 58 anak2 yatim/duafa Ar-Rahmah, piknik ke Yogya, Magelang, & Pangandaran, 5 hari.
Biaya transportasi, akomodasi, & konsumsi, semuanya dipenuhi. Bahkan, ada uang saku juga buat belanja di Bringharjo & Mailoboro.
Sblm brgkt, sy ditunjukkan kendaraan yg akan digunakan. Armada baru & fasilitas lengkap
Hari “H”, kendaraan yg datang berbeda, tak sesuai spesifikasi semula.
Atas kasus2 sprt ini, lagi, siapa yg salah? Dan, bagaimana menyikapinya?
Paling tidak, ada 2 hal, perlu kita lihat.
- Pihak yg menyewakan kendaraan, jelas salah. Ia menyalahi kesepakatan semula, mengganti mobil dg sprt itu. Tentu, perlu ditegur.
- Semua sdh terjadi, dan kita berada dlm ke keadaan yg tak ada pilihan. Tak usah menjadi beban pikiran. Hrs pasrah dan terima saja.
Kita juga diingatkan bahwa ada hal2 yg bagi kita, itu semua, di luar jangkauan.
Dg bus yg lbh bagus & nyaman, diiringi shalawat2 dari Maher Zein; dilanjutkan oleh lagu2 merdu dari duet penyanyi terbaik Indonesia -yg pernah ada: Broery Pesolima & Dewi Yul,
perjalanan dilanjutkan.
Otw Bandung-Garut. Salam, Jr
Tinggalkan komentar