اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ
_AllaaHumma innii as-aluka_
Ya Allah, aku memohon pada-Mu
بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ
_bi anna lakal-hamdu_
bahwa sesungguhnya segala puji bagi-Mu
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
_Laa ilaaHa illaa anta_
Tidak ada tuhan selain Engkau
الْمَنَّانُ
_al-mannaan(u)_
Engkau Pemberi Karunia
بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ
_badii’us-samawaati wal-ardhi_
Engkau pencipta langit dan bumi
يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
_Yaa dzal-jalaali wal-ikroom(i)_
Wahai pemilik kemuliaan dan kehormatan
يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ
_Yaa hayyu yaa qoyyuum(u)_
Wahai Dzat yang Mahahidup dan Maha Berdiri Sendiri
Anas bin Malik رضي الله عنه menceritakan, bahwa ia pernah duduk bersama Nabi ﷺ, sementara ada orang yang salat. Kemudian, orang ini membaca kalimat di atas. Mendengar itu, Rasulullah ﷺ bersabda,
لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى
“Sungguh dia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, yang kalau seseorang berdoa kepada-Nya dengan nama tersebut, Allah akan mengabulkannya.
Dan, jika dia meminta kepada-Nya dengan nama tersebut, Allah akan memenuhi permintaannya. (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasai).
Ciomas, 05 Februari 2025, menjelang masuk waktu Zuhur. Salam, Jr.
Tinggalkan komentar