Doa Tahun Baru, Terutama Saat Kesulitan atau Ketika Menghadapi Masalah Besar

Semoga di tahun 2025 ini, Allah karuniakan kepada kita semua -dalam segala perkara:

kelancaran, keselamatan, dan keberkahan; keluarga sehat-sejahtera; bisa aktif berperan -di mana pun dan dalam lingkungan apa pun berada- pada kegiatan-kegiatan positif; dan memberikan manfaat kepada sesama, apa pun bentuknya.

Mengawali tahun baru, ada redaksi permohonan kepada Tuhan dengan lafaz yang indah; sangat bagus sebagai pembuka atau pengantar pembacaan doa-doa lainnya:

1.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ العَظِيْمُ الحَلِيْمُ
_Laa ilaaHa illallaaHul-‘azhiimul-haliim(u)_
Tiada Tuhan kecuali Allah, yang Mahaagung & Maha Penyantun

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمِ
_Laa ilaaHa ilallaaHu rabbul ‘arsyil ‘azhiim(i)_
Tiada Tuhan kecuali Allah, Tuhan pemilik arasy yang Agung

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ
_Laa ilaaHa illallaaHu rabbus-samawaati wa rabbul ardhi_
Tiada Tuhan kecuali Allah, Tuhan pemilik langit dan bumi

وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيْمِ
_wa rabbul-‘arsyil kariim(i)._
Tuhan Pemilik arsy yang agung.
*(HR. Bukhari)*


2.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ
_AlaaHumma innii as-aluka_
Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu

أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ
_Annii asyHadu annaka antallaaH_
Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
_Laa ilaaHa illaa anta_
Tidak ada Tuhan kecuali Engkau

الْأَحَدُ الصَّمَدُ
_Al-ahadush-shama
yang Esa, tempat bergantung

الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
_alladzii lam yalid wa lam yuulad_
yang tidak beranak dan tidak diperanakkan

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
_wa lam yakun-laHu* kufuwan ahad_
dan tidak ada yang menyukutui-Nya, sesuatu pun jua.

*Tertulis: يَكُنْ لَهُ yakun-laHu; dibaca: yakul_laHu (idgham bilaa ghunnah, bunyi “nun” melebur ke “lam”).


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ فَقَالَ لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ بِالِاسْمِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ

Bahwasannya Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ mendengar seorang laki-laki mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu. Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah. Tidak ada Tuhan kecuali Engkau -yang Esa, tempat bergantung, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan dan tidak ada yang menyukutui-Nya, sesuatu pun jua.”
Beliau, kemudian berkata,”

لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ بِالِاسْمِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ

“Sungguh engkau telah meminta kepada Allah dengan perantara nama* yang apabila Dia diminta dengannya, pasti Dia akan mengabulkan.” (*HR. Abu Dawud*).

*Dalam redaksi hadits Tirmizi, rasulullah berkata:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ

“Demi yang jiwaku berada dalam gengaman-Nya,

لَقَدْ سَأَلَ اللَّهَ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ
sungguh engkau telah meminta dengan nama-Nya yang Agung…”


Ciomas, 01 Januari 2025, bakda Ashar. Salam, Jr.

Tinggalkan komentar