Efektif Salat Hajat

Melalui _japri_, seorang sahabat meminta detail pelaksanaan Salat Hajat.

*1. Niat melaksanakan Salat Hajat*:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
_Ushollii sunnatal-haajati rok‘ataini adaa-an lillaaHi ta‘aalaa_
.
*Aku menyengaja salat sunnah hajat 2 rakaat tunai karena Allah Swt.*

*2. Membaca Al-Fatihah*

*3. Membaca salah satu surah dari Al-Qur’an*. Boleh surah yang mana saja.

Para ulama menganjurkan membaca *di kedua rakaatnya: ayat kursi disambung surah Al-Ikhlas* (Qulhu).

Banyak ustaz, untuk salat-salat sunah, termasuk untuk Salat Hajat, mengarahkan umatnya, pada *rakaat-1 membaca Al-Kafirun* (Qulya); dan pada *rakaat ke-2 Al-Ikhlas* (Qulhu).

Saya memilih yang pertama. Mengapa?

Sebab, ayat kursi sangat padat berisi. Ia menunjukkan keesaaan, kekuasaan, kewenangan, kekayaan, dan keilmuan Allah.

Sangat paslah, kalau kita memohon pertolongan kepada yang memiliki sifat-sifat agung seperti itu.

Kemudian, keesaaannya ditegaskan lagi dalam Qulhu.

*4. Setelah salam, bacalah nama-nama Allah yang agung*. Asmaul husna yang berkesesuaian dengan jenis permohonan kita, lebih tepat.

Misal, untuk doa berkaitan dengan rezeki, bisa pilih: Yaa Ghoniyyu/Mahakaya, Yaa Rozak/Maha Pemberi Rezeki, Yaa Mughni/Maha Pemberi Kekayaan

Untuk mahasiswa, boleh baca: Yaa ‘aliim/Maha Berilmu, Maha Mengetahui; Yaa khobiir/Maha Mengenal, Teliti, Waspada.

*5. Baca shalawat* kepada Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ.

*6. Bacalah doa Salat Hajat*, seperti di sharing sebelumnya.

*7. Lanjut dengan pembuka doa mustajab*:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ
_AllaaHumma innii as-aluka_
*Ya Allah, aku memohon pada-Mu*

بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ
_bi anna lakal-hamdu_
*bahwa sesungguhnya segala puji bagi-Mu*

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
_Laa ilaaHa illaa anta_
*Tidak ada tuhan selain Engkau*

الْمَنَّانُ
_al-mannaan(u)_
*Engkau Pemberi Karunia*

بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ
_badii’us-samawaati wal-ardhi_
*Engkau pencipta langit dan bumi*

يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
_Yaa dzal-jalaali wal-ikroom(i)_
*Wahai pemilik kemuliaan dan kehormatan*

يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ
_Yaa hayyu yaa qoyyuum(u)_
*Wahai Dzat yang Mahahidup dan Maha Berdiri Sendiri*


Anas bin Malik رضي الله عنه menceritakan, bahwa ia pernah duduk bersama Nabi ﷺ, sementara ada orang yang salat.

Kemudian, orang ini membaca kalimat di atas. Mendengar itu, Rasulullah ﷺ bersabda,

لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى
“Sungguh dia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, yang kalau  seseorang berdoa kepada-Nya dengan nama tersebut, Allah akan mengabulkannya.

Dan, jika dia meminta kepada-Nya dengan nama tersebut, Allah akan memenuhi permintaannya. (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasai).

*8. Sampaikan permohonan dengan tenang, perlahan, khusyuk, dan penuh harap*.

*9. Selesai berdoa, perbanyak membaca  يا مُجيب  _Yaa Mujiib(u)_/*Wahai Yang Maha Mengabulkan* dan

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
_Laa haula walaa quwwata illaa billaaH(i)_

*Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan kekuatan Allah.*

*10. Perbanyak membaca shalawat*. Shalawat adalah jalan atau jembatan yang menghubungkan pendoa dengan yang dimintai doa.


*Untuk masalah-masalah besar*, setelah no. 6, sebelum no.7, ada baiknya ditambahkan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ العَظِيْمُ الحَلِيْمُ
_Laa ilaHa illallaaHul-‘azhiimul-haliim(u)_

*Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Agung; lagi Lemah-Lembut*

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمِ
_Laa IlaHa illallaaHu robbul-‘arsyil ‘azhiim_

*Tiada Tuhan kecuali Allah Tuhan, Pemilik Arsy yang agung*

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ
_Laa ilaaHa illallaaHu robbus-samawaati wa robbul-ardhi_

*Tiada Tuhan kecuali Allah, Tuhan langit dan bumi*

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ الكَرِيْمِ
_Laa ilaaHa illallaaHu robbul ‘arsyil kariim_

*Tiada Tuhan kecuali Allah, Tuhan pemilik pemilik Arsy yang mulia*.

(HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

“Sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ jika dihadapkan dengan suatu perkara yang penting (atau menyulitkan), beliau ﷺ mengucapkan bacaan tersebut.” (HR. Muslim).



Ciomas, 08 April 2025, Dhuha awal. Salam, Jr

Tinggalkan komentar