Just landed @ Surapati Core, a business center, Suci St, Eastern Bandung; having breakfast @ shop page w/ a traditional food: Kupat Tahu
“Menerima siapa pun yg datang; seperti kupat & tahu, dua berukuran besar, tapi mau menerima satu berpostur kurus dan kecil, toge. Bertiga mereka bekerja sama menyajikan rasa. Kerupuk yg rapuh, bumbu kacang yg lemah, serta kecap yg cair, masuk ke dalamnya; sambal pun siap menyambut. Suasana menjadi lebih ceria, membuat suka orang yg sarapan.”
“Sebagaimana halnya nasi kuning, nasi uduk, bubur ayam, & bubur kacang, kupat tahu senantiasa hadir di sudut2 negeri, memberikan citra rasa Nusantara, bagi para pemukim maupun pejalan-jalan. Dg harganya yg murah, ia menutup rasa lapar, mengenyangkan yg kelaparan.”
“Kupat tahu dibeli, tapi dibawa dan dinikmati di rumah bersama keluarga; bisa juga -agar kehangatannya terjaga- dimakan di tempat: di trotoar maupun pekarangan pertokoan, sambil mengobrol dg sesama pembeli.”
Surapati Core, Jln. Suci, Bandung Timur, pagi hari; 22/11/25. Salam, Jr.
Tinggalkan komentar