Makan Bersama Dekat Sungai Besar

Makan bersama di saung, sisi kolam ikan arus deras, dekat sungai besar; dilanjutkan dg bercanda dg ikan2 di kolam, & bermain air di sungai yg airnya deras –air pegunungan, ditutup dg berenang di kolam besar_

Di antara kegiatan mengisi liburan sekolah, kami ajak anak2 yatim/duafa Ar-Rahmah dan pengurus/pekerja; juga para ustaz/ustazahnya untuk makan siang bersama.

Menu makan: nasi, goreng ikan mujair dadakan, tahu, tempe, sayur asem, lalapan, dan sambal tomat/terasi.

Dengan menaiki 1 avanza, 1 suzuki carry, 2 angkot, dan 1 mobil bak terbuka; dari Ciomas, tibalah kami di lokasi kolam2 arus deras –yg dipenuhi ikan mujair, …

…pinggir sungai besar, di sisi kaki G. Salak, dg pemandangan yg indah @ Kp. Cibitung, Ds. Cibitung Tengah, Kec. Tenjolaya, Kab. Bogor

“Dari makan bersama terasa bahwa kebersamaan adalah bumbu paling enak, sehingga makanan menjadi lebih nikmat. Pun, menambah keakraban dan mempererat persaudaraan. “

“Sambil menyantap makanan kita bercanda dan berbagi cerita. Semuanya ini menjadi saat-saat indah dan akan membentuk pengalaman yang mengesankan, menyehatkan jiwa dan menyegarkan raga.”

“Kolam ikan merefleksikan ketenangan, kedamaian, dan keceriaan –seperti ikan2 yg melompat-lompat, menyambar pakannya.”

“Kolam arus deras menggambarkan bahwa hidup harus dinamis, senantiasa bergerak dan mengalir bagai air -agar tidak membosankan; dan, malah menjadi semakin menyenangkan.”

“Apabila badan terasa lelah, hati merasa letih, pandangan mata seperti buram, pikiran melayang-layang tanpa arah yang jelas; datanglah ke sungai. Duduklah di batu2 di bagian pinggir aliran, dan pandanglah air yang mengalir.”

“Hiduplah seperti air di sungai, walau jalannya penuh liku,
terus mengalir, tak pernah berhenti!”

Acara makan bersamanya @ Selasa, 29/12/’25; dituliskan @ sore ini, bakda jumatan, 2/1/’26. Salam, Jr.

Tinggalkan komentar