Mendoakan Orang Lain – Memberikan Manfaat Bagi Diri Sendiri



فَٱعْلَمْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَىٰكُمْ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan, melainkan Allah; dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19).

“Siapa yang beristighfar untuk orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, maka Allah mencatat kebaikan untuknya sebanyak kaum mukminin dan mukminat.”  (HR. Thabrani).

“Barangsiapa  yang tidak memiliki harta yang dapat ia sedekahkan, maka hendaklah memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman, karena sesungguhnya hal tersebut adalah sedekah.” (HR. Thabrani).

“Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa  yang mustajab.

Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya.

Ketika dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.” (HR. Muslim).


*Di bawah ini beberapa doa bagi orang lain; pun memberikan manfaat bagi diri pendoa – untuk dihafal dan diamalkan.*

Doa Nabi Ibrahim:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

_Robbanagh-firli wa liwaalidayya wa lil mu’miniina yauma yaquumul-hisaab(u)_.
“Ya Rabb kami, ampunIlah aku dan kedua ibu bapakku dan bagi orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab. (QS. Ibrahim: 41).


Doa Nabi Nuh:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًاࣖ

_Robbigh-firli wa liwaalidayya wa liman dakhola baitiya mu’minaw-wa lil mu’muniina wal mu’minaat(i) wa laa tazidizh-zhoolimiina illaa tabaaraa_

“Ya Rabb-ku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nuh: 28).

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ_

Robbanagh-firlanaa wa li ikhwaaninal-ladziina sabaquunaa bil iimaan(i), wa laa taj’al fii quluubinaa ghillal-lilladziina aamanuu, robbanaa innaka rouufur-rohiim_

“… Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10).


Ciomas, 18 Juni 2025, bakda Isya. Salam, Jr.

Tinggalkan komentar