
_Setelah salat Subuh di Masjid Agung At-Takwa, pusat kota Cirebon; jalan sedikit ke arah keramaian. Lalu, menikmati Serabi panas di pinggir jalan._
“Kerja sama tepung beras, terigu atau tepung kanji, ditemani santan, parutan kelapa muda, dilengkapi garam & gula pasir; jadilah makanan daerah yg uenak & sangat murah: serabi!”
“Segala pencapaian memerlukan pengorbanan. Serabi, Surabi, atau Srebeh mengorbankan bagian paling dasar dari dirinya terbakar panas hingga gosong. Jika ini tak dilakukan, bagian tengah hingga atas kue, tidak akan matang, tak akan bisa dicicipi oleh para penikmat jajanan rakyat. Demikian juga dalam kehidupan manusia, untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan, diperlukan pengorbanan.”
“Untuk menempuh suatu jarak, kendaraan memerlukan bahan bakar. Pelajar, mahasiswa, dan pekerja; untuk memulai belajar atau bekerja di pagi hari, agar pikiran tenang & perut tidak bergejolak, sehingga bisa berkonsentrasi, ambillah sarapan: nasi, bubur, roti, atau serabi.”
Pasar Pagi, Cirebon; 8/2/25. Salam, Jr.
Tinggalkan komentar