Ketika artikel berjudul “Ayat Mukjizat” saya share ke banyak kawan, seorang teman merespons:
“Tentang QS. Al-Kahfi ayat 10 ini, pengalaman saya pun demikian memukau!”
“Kakak perempuan kami menderita aneurysma di otak dan serangan stroke pertama termasuk berat. Diagnosis aneurysma pecah cukup luas.
Dengan tingkat risiko yang tinggi, operasi tidak dapat dihindari.
Ibu kami, lisan dan hatinya tidak henti, terus melantunkan doa dari Al-Kahfi ayat 10 tersebut.
Benar, mukjizat itu Allah anugerahkan.
Kendati di awal operasi, dokter mendapatkan kondisi pasien -yang secara medis- akan sulit menjalani proses bedah syaraf, sebab ada aneurysma-nya itu; di luar dugaan, proses operasi berjalan lancar dan mudah dengan hasil yang sangat bagus.
Al-Quran, benar-benar menjadi syifa, obat!”
Dahulu sekali, seorang kawan, orang saleh, dimintai mendoakan orang yang sedang sakit keras.
Beliau bercerita kepada saya bahwa ternyata orang sakit itu dalam keadaan mau sakaratul maut.
Dengan sangat khusyuk, cemas, dan penuh harap; dia berdoa kepada Yang Mahawelas-asih, mohon pertolongan-Nya. Ia bacakan asma-asma Allah.
Sepenuhnya atas kehendak Yang Mahakuasa, Maharahman-rahim, dan Maha Penyembuh; yang didoakan itu sehat kembali.
Pun, seorang kiai menyampaikan kepada kami tentang salah satu jamaah beliau yang mengundang ke rumahnya, mohon doa.
Di rumah itu terbaring ayah pengundang. Kondisi yang sakit -secara ilmu kesehatan, maaf, tinggal menunggu waktu saja.
Kiai memanjatkan doa; Tuhan tunjukkan kuasa dan kasih-sayang kepada para hamba; pasien yang sudah tak berdaya itu, sehat seperti sedia kala!
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
_Wa nunazzilu minal-qur`aani maa Huwa syifaa`un-wa raḥmatul lil-mu`miniina wa laa yaziiduẓh-ẓhaalimiina illaa khasaaraa_
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman; dan (Al Quran itu) tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”
Ciomas, 4 Oktober 2024; Dhuha Akhir. Salam, Jr.
Tinggalkan komentar