Jumat pagi, 16/01/’26, bakda Subuh, bersama istri dan anak bungsu, kami meninggalkan Ciomas, menuju Bandung.
Ibu dan salah satu anaknya ini, menuju Soreang-Banjaran, Bandung Selatan, bersilaturahmi kepada keluarga kakak saya yang akan menikahkan putrinya, Sabtu.
Saya di- drop di Surapati Core, Jln. Suci, Bandung Timur, untuk selanjutnya berkunjung kepada seorang sahabat yang sedang “mesantren” di Jln. Pesantren, Cisaranten, Arcamanik, Bandung.
Berbicara banyak hal dengan kawan yang padat ilmu dan luas pengalamannya ini, satu setengah jam tak terasa.
Ia pernah bekerja, memimpin proyek2 besar, di dalam dan luar negeri.
Sebelumnya, dia menyelesaikan S1 di Semarang, S2 di Bandung, dan S3 di Inggris.
Sohib ini menguasai bhs Inggris, Prancis, dan Rusia; tentu saja, itu di luar bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda.
Selain di Jakarta, ia pernah bekerja di beberapa perusahaan raksasa, di banyak negara.
Bukan saja piawai memanaj pekerjaan2 teknis pada proyek2; ia juga seorang seniman. Dia suka menyanyi & menulis lagu.
Sudah banyak lagu ia ciptakan, di antaranya, ada yg dinyanyikan oleh grup Sheilla on Seven.
Tapi, yang paling menarik bagi saya adalah, orang cerdas ini, banyak membuat karya tulis; menyusun buku2 bermutu!
Sekitar 30 buku sudah ia keluarkan, melingkupi bidang yang beragam.
Kalau saya, kan, menulis hal ringan2 saja; seperti artikel ini. Dia mah membuat yang berat-berat!
Di akhir2 obrolan, saya bilang kepadanya, “Apa yang ditulis itu, membuat orang bertambah pengetahuan dan mereka mendapatkan manfaat: Ilmu yang bermanfaat.”
“Kemudian, di akhirat nanti, ketika kita diproses verbal oleh Yang Mahakuasa; akan ditunjukkan sebuah pahala sangat besar –yang kita tak merasa punya amalan segede itu.”
Tuhan berkata,” Ini adalah amal saleh kamu ketika di dunia. Kau ajarkan ilmu kepada orang lain. Dan, orang2 mendapatkan manfaat, Aku kasih kamu, untuk apa yang kau lakukan itu, ini pahala.”
“Apa yang ditulis dalam buku2 itu, insya Allah, kelak semuanya menjadi passive income –yang akan meringankan beban.”
Dari Bandung Timur, semula, saya mau bersilaturahmi ke rumah keluarga seorang dosen di daerah Dago. Tapi, karena waktunya tidak memadai, tak jadi.
Saya memesan ojek motor, menuju Masjid Salman ITB, untuk jumatan. Khatib Jumatnya: Kang Hasan, Prof. Hasanuddin. Tadinya, sehabis shalat, mau menemuinya. Tapi, karena ada urusan lain, batal.
Melewati halaman Salman, saya menuju Jln. Ganeca, mau pesan Gobike , tujuan ke BTC –di Jln. Dr. Djundjunan; janjian ketemu dg istri dan anak, untuk kembali ke Bogor.
Di halaman Salman paling luar –simpang tiga Jln. Ciung Wanara dan Jln. Ganeca, saya baca tulisan besar2 dari wakaf SALMAN:
“Kamu berbuat baik hari ini
Besok masih berbuah
Lusa masih mengalir
Seterusnya masih jadi manfaat
Itulah Wakaf Dana Abadi”
Menulis banyak buku dan berwakaf adalah amal jariyah, memberikan manfaat yang luas dan panjang kepada sesama.
Selain memberikan kebaikan bagi penulis/pemberi, selama di dunia. Kelak, di alam sana, ia menjadi passive income bagi pelakunya.
Ciomas, 16/01/’26; menjelang tengah malam, saya akhiri tulisan ini. Sebab besok pagi, harus ke Bandung lagi. Salam, Jr.
Tinggalkan komentar