Ketika aku memilih untuk bersabar, kesabaranku akan berbuah manis.
Ketika aku memilih ikhlas, aku percaya hidupku akan lebih tenang.
Dan ketika aku memilih untuk bersyukur, semoga Allah memberiku kecukupan.
Hari ini kita disukai, mungkin esok hari dibenci.
Pujian bisa berubah menjadi cacian.
Dunia ini berputar, dan hati manusia pun mudah berubah.
Maka, tidak perlu berharap terlalu tinggi kepada orang lain.
Ingatlah bahwa tujuan akhir dari perjalanan hidup kita adalah meningggalkan dunia ini.
Maka, cintailah hidupmu dengan secukupnya.
Tanpa terlalu terikat pada hal-hal bersifat sementara.
Terkadang,
penyesalan itu hadir bukan karena kita pernah berbuat salah
melainkan karena kita telah memberikan yang terbaik kepada seseorang
-yang ternyata tak pantas untuk menerimanya.
Nilai manusia seringkali ditakar bukan dari hatinya, karena terkadang kebaikan tidak
selalu dihargai ketika kita miskin.
Tetapi, dengan kekayaan bisa membuat kesalahan terlihat menjadi benar.
Seperti inilah kehidupan. Suatu kesalahan bisa menghapus semua kebaikan yang pernah kita
lakukan.
Di mana ingatan orang lebih kuat untuk mengingat sebuah kesalahan daripada kebaikan.
Ketika aku kecewa pada seseorang, kenapa aku memilih untuk diam?
Itu bukan karena aku takut pada mereka, tapi aku takut pada amarahku sendiri. Aku takut dengan lidahku sendiri
Aku takut lisanku melukai hati orang lain, yang mungkin lukanya akan terbawa sampai mati.
Malu itu hidup banyak gaya, tapi utangnya di mana-mana. Malu itu postingannya jalan-jalan, tapi
bayar utangnya kapan-kapan.
Malu itu gayanya orang kaya, tapi nyatanya nggak punya apa-apa.
Bergaya boleh saja, tapi harus sesuai dengan kemampuan.
Ingat ini baik-baik, “Jangan permainkan rasa sabar seseorang, hanya karena kamu tahu dia baik
dan tidak tegaan!
Sebab, jika api itu sudah semakin membesar, kamu akan kesulitan untuk memadamkannya.”
Ada 3 alasan kenapa orang lain bisa membencimu:
-Yang pertama, mereka orang yang tidak pernah mencapai level yang kamu punya
-Yang kedua, mereka tidak memiliki apa yang kamu punya, dan
-Yang ketiga, mereka mencoba meniru kamu, tapi mereka tidak mampu.
Dihina , difitnah, direndahkan; semua pernah aku rasakan, tetapi aku tidak pernah
menghiraukannya.
Karena aku percaya, dipuji tidak akan membuatku terbang; dihina pun
takkan membuatku tumbang. Walaupun cobaan terus datang menghadang.
Belajarlah untuk menjauh, ketika kita sudah sadar bahwa kita diabaikan.
Belajarlah untuk mengambil jarak, saat kita sadar bahwa kita sudah tidak dipedulikan.
Belajarlah untuk mengatakan tidak; saat kita tahu, kita dicari hanya saat dibutuhkan.
Sumber: fb Andi Su Ghandi
Ciomas, 8 Mei 2025, di pagi hari yang cerah. Salam, Jr.
Tinggalkan komentar