Contoh-Contoh
Pada suatu keadaan, di hadapan orang banyak; salah satu dari kita, mendadak diminta berbicara.
Dalam perjalanan bersama rombongan, tibalah waktu shalat jumat; orang2 sepakat mengangkat Bapak untuk menjadi khatib.
Sebuah acara keluarga digelar, hadirin mempersilakan Anda menyampaikan sambutan.
Dengan kalimat apa kita membuka kata-kata?
Kalau tidak biasa atau tak disiapkan, bisa-bisa detak jantung menjadi makin kencang.
Jika ditolak, tidak enak; menerimanya, mau ngomong apa?
Jika sudah masuk ke kata-kata pembuka, kalau diibaratkan sedang bawa mobil, posisi sudah di gigi 1. Tinggal pelan-pelan masuk ke gigi 2, 3, dst. Bisa bernapas sedikit. Amanlah.
Jadi, dalam berbicara, yang paling utama adalah kata atau kalimat pembuka. Setelahnya, kita bisa menyambungnya dengan hal teknis, manajerial, atau sekadar sharing pengalaman.
Di lingkungan keagamaan, berbicara di depan orang banyak disebut khotbah.
Secara japri, banyak teman-teman, dari berbagai kalangan, meminta saya membuatkan pembuka khotbah, isi ceramah, atau sambutan untuk macam-macam acara.
Agar manfaat yang akan didapat menjadi semakin meluas, di bawah ini, saya sampaikan beberapa contoh kalimat pembuka.
Siapa tahu, pada suatu saat yang tak disangka-sangka, tiba-tiba berada dalam posisi harus menyampaikan kata-kata.
Supaya user friendly, dan ketika membacanya dalam format WA, nyaman, pembuka pembicaraan ini, saya potong2 dalam anak kalimat.
Bagi yang dahulu, waktu kecil, tak sempat belajar mengaji, setelah tulisan bahasa aslinya (Arab), saya sertakan transliterasinya dalam huruf Latin.
Saat membaca teks Arab, walau mata kita mengarah ke huruf Latinnya, tapi bahasanya Arab; agar dalam hati tambah mantap, ditambahkan terjemahannya.
Contoh -1
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
AlhamdulillaaHi robbil ‘aalamiin
Segala puji bagi Allah. Rabb semesta alam
وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى
–wabiHi nasta’iinu ‘alaa
Dg-Nya kita meminta pertolongan atas
أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ
umuurid-dunyaa wad-diin
segala urusan dunia dan akhirat
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ
wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa
Semoga shalawat dan salam tercurah atas
أَشْرَفِ الـمُرْسَلِينَ
asyrofil mursaliin
seorang utusan yang paling mulia
وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـعِينَ
wa ‘alaa aaliHi washohbiHi ajmaiin
dan atas keluarganya, dan semua sahabatnya
أَمَّا بَعْدُ
ammaa ba’du*
Adapun setelah itu
- أَمَّا بَعْدُ: adapun setelah itu; atau selanjutnya… Di sini, jeda sedikit untu masuk ke materi bahasan.
Contoh-2:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠﻪِ
Innal hamda lillaaH
Sesungguhnya segala puji bagi Allah
ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ
NahmaduHu wa nasta’iinuHu wa nastaghfiruH
Kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan ampunan-Nya
ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ
wa na’uudzu billaaHi min suruuri anfusinaa
Dan Kita berlindung kepada Allah dari kekejian diri
ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ
wa min sayyiaati a’maalinaa
Dan dari kejahatan amalan kita
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ
man- yaHdiHillaaH#
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah
ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪ
falaa mudhilla laaH
maka tidak ada yang dapat menyesatkannya
ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ُ
wa man_*yudhlilHu
dan barangsiapa yang tersesat dari jalan-Nya
ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪ
falaa Haadiya laH_
maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk kepadanya
Note:
Contoh2 ini, bisa dijadikan Khotbah Pembuka Jumatan/Idulfitri/Iduladha dll.
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ
(idghom bi gunnah, tulisannya man yaHdillaH, dibacanya: may- yaHdillaH).
ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ُ
(idem: wa man yudhlillaH, wa may- yudhlillaH).
“H” besar untuk membedakannya dg bunyi “h” kecil,
Contoh 3, 4, 5, dst.; insya Allah akan di-share juga.
Sbgmn sharing2 sy lainnya, ini pun silakan diteruskan ke mana pun, kepada siapa pun; tidak diperlukan izin. Malah, sy yg bertera kasih.
Ciomas, 10/9/25; bakda Ashar. Salam, Jr.
Tinggalkan komentar