Puisi Mas Budi Winarno

Mas Budi Winarno, kawan saya yg saleh, sahabat di Masjid Salman ITB, sering berikirim puisi berisi & penuh makna. Pagi ini, ia berbagi puisi pendek, sederhana, tapi kena di hati. Atas izinnya, brsm tambahan dari Ciomas -ini mah iseng saja, sy share kpd teman2.

Di pinggiran kota Bandung -yg bergunung-gunung

di Bangka-Belitung -yg batu-batunya menggunung

di Tanjung Lesung -sambil berdayung

atau di Megamendung -yg kabutnya bergulung-gulung,

di Temanggung yg awannya bergelembung.

maupun di kampung tempat orang2 berlindung

Bahkan, di tepian Sungai Ciliwung atau di tengah Cijantung

Atau, jauh dan tinggi di sana, di Gunung Agung

Menikmati iringan musik angklung diselingi suara degung

Kadang terdengar suara binturung & burung-burung

Mata memandang indahnya bunga bakung

Seorang gadis berkerudung
termenung
memuji yg Mahaluhung

Dari Ciomas, saat sarapan telur rebus ayam kampung, sambi menyeruput wedhang uwuh bingkisan dari kawan yg sdh jadi eyang kakung, di Tempel, Klaten, Yogyakarta ujung; 28/10/25.

Tinggalkan komentar