Melanjutkan obrolan santai di TRIO Jumbo, dengan Om Teguh Wibowo dan Mas Indra Prasetya, 3 hari lalu; hal *Hujan Lebat* hubungannya dengan *Salat Tasbih dan Salat Hajat*;
saya kirimkan sharing ini. Semoga bermanfaat.
1.Setelah _takbiratulihram_, AllaaHu Akbar; baca Alfatihah, sambung dengan salah satu surah. *Selesai baca surah, sebelum rukuk*; bacalah:
*سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ*
_SubhaanallaaH walhamdulillaaH wa laa ilaHa illallaHu WallaaHu Akbar_ – *15x*
*Mahasuci Allah, segala puji milik Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar*. Lalu. rukuk
2.Pada *waktu rukuk*, selesai membaca bacaan rukuk, _subhaana robbiyal ’adziimi wa bihamdiHi_ (atau bacaan rukuk lainnya), selagi badan masih posisi membungkuk, sebelum bangkit untuk i’tidal, baca lagi:
_SubhaanallaaH walhamdulillaaH wa laa ilaHa illallaHu WallaaHu Akbar_ – *10x*
3.Ketika *i’tidal*, membaca doa i’tidal, _robbana walakal hamdu_…baca lagi:
_SubhaanallaaH walhamdulillaaH wa laa ilaHa illallaHu WallaaHu Akbar_ – *10x*
4,*Sujud* dan membaca doa sujud, _subhana robbiyal a’laa wabihamdiHi_ (atau bacaan sujud lainya), kembali membaca:
_SubhaanallaaH walhamdulillaaH wa laa ilaHa illallaHu WallaaHu Akbar_ – *10x*
5.*Duduk antara 2 sujud* dan membaca _robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warzukni_ … baca lagi
SubhaanallaaH walhamdulillaaH wa laa ilaHa illallaHu WallaaHu Akbar – *10x*
6.*Sujud lagi (sujud ke-2)* dan membaca doa sujud, _subhaana robbiyal ’ala wabihamdiHi_, kembali membaca:
_SubhaanallaaH walhamdulillaaH wa laa ilaHa illallaHu WallaaHu Akbar_ – *10x*
7.Selesai sujud kedua, *sebelum bangkit untuk berdiri memasuki rakaat berikutnya*, duduk sejenak dan membaca lagi:
_SubhaanallaaH walhamdulillaaH wa laa ilaHa illallaHu WallaaHu Akbar_ – *10x*
Setelah itu, bangkit berdiri untuk rakaat kedua.
Jadi, *dalam 1 rakaat ada 75 bacaan tasbih* (sebenarnya tak hanya tasbih; tetapi juga tahmid, tahlil, dan takbir): _SubhaanallaaH walhamdulillaaH wa laa ilaHa illallaHu WallaaHu Akbar_.
Pada rakaat ke-2 dan selanjutnya, lakukan seperti pada rakaat ke-1, sehingga *tasbih yang dibaca dalam 4 rakaat* tersebut berjumlah *300* .
Perlu Anda ketahui, tasbih terakhir, agar lebih enak urutannya, dibaca *sebelum membaca bacaan tahiyyatul akhir*. Ada juga orang yang membacanya setelah bacaan tahiyyat.
Ada orang yang melaksanakannya 4 rakaat sekaligus, dengan 1 salam saja; banyak yang melakukannya 2-2.
Ada yang menganjurkan, kalau dilakukan malam, 2-2; jika dikerjakankan siang, 4 rakaat sekaligus.
Saya cenderung melakukan salat ini, siang atau malam, 2-2.
Mengapa?
a.Karena ada hadis yang mengatakan bahwa salat sunah itu 2-2 (matsna-matsna).
b.Boleh rasakan, dengan melakukannya 2-2, akan terasa lebih nyaman. Apabila ada yang lebih cocok dengan 4 rakaat sekaligus, tak masalah.
Tidak melakukannya sekalipun, tidak apa-apa. Ini salat sunah saja, kok! Hanya, mengingat keutamaannya, sayang kalau kita tinggalkan.
*Pengalaman Guru Kami*
Ustaz Husen Al-Habsyi, guru kami, adalah orang yang _mendawamkan_ Salat Tasbih.
Beliau bercerita bahwa seorang yang sedang terdesak masalah finansial, suatu hari, datang minta tolong.
Bapak itu, setelah bermimpi buruk, meninggalkan pekerjaan lamanya. Sejak itu ia mengalami kesulitan keuangan, terlebih ketika anak-anaknya memerlukan biaya sekolah.
Datanglah ia kepada Ustaz Husen. Ustaz bilang, “Saya tidak punya uang. Tapi, marilah kita berdoa kepada Yang Mahakuasa.”
Selesai berdoa, sebuah mobil berhenti di halaman rumah Ustaz.. Seorang kawan lama turun dari mobil.
“Saya mau titip sedekah. Tolong disampaikan kepada yang berhak. Ia segera berpamitan. Amplop pun dibuka. Apa yang terjadi?
Total uang dalam amplop, sampai pecahan terkecilnya, persis sama dengan jumlah yang diminta si Bapak tadi. Allahu Akbar!
Ustaz Husen sering bepergian ke negeri-negeri di Timur Tengah. Suatu hari, beliau kehilangan paspor.
Segera ia lakukan Salat Tasbih. Belum lama mengucapkan salam, seseorang menelepon bahwa ia menemukan paspor itu; dan, lalu, mengantarkan dokumen tersebut kepada pemiliknya.
Untuk menghadapi acara apa pun, saya lebih “pede” dan tenteram dengan mengerjakan Salat Tasbih + Salat Hajat, terlebih dahulu.
Itulah tata cara Salat Tasbih yang praktis.
Apabila ada yang kurang jelas, silakan ditanyakan.
Hampir tiap hari, saya menerima pertanyaan seputar masalah keluarga dan fikih keseharian, dari mana-mana.
Edisi berikutnya, insya Allah: *Salat Hajat Praktis*.
Ciomas, 05 April 2025, waktu Dhuha. Salam, Jr.
Tinggalkan komentar