Shalawat Imam Syafi’i – Diampuni dan Bebas Hisab

Dalam kitab _Afdhalus Shalawat ‘alaa Sayyidis-Sadat_, Syaikh Yusuf bin Ismail Al-Nabhani menyebutkan bahwa ada dua syair shalawat yang disusun oleh Imam Syafi’i.

*Lafal shalawat pertama*:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ١
_AllaaHumma sholli ‘alaa muhammadin_
1. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad

    بِعَدَدِ مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ
_bi ‘adadi man sholla ‘alaiH(i)_
sebanyak jumlah orang yang bershalawat kepadanya

       وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ٢
_wa sholli ‘alaa muhammadin_
2. Limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad

   بِعَدَدِ مَنْ لَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ
_bi ‘adadin man lam yusholli ‘alaiH(i)_
sebanyak jumlah orang yang tidak bershalawat kepadanya

  وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ٣
_wa sholli ‘alaa muhammadin_
3. Limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad

كَمَا أَمَرْتَ بِالصَّلاَةِ عَلَيْهِ
_kamaa amarta bish-sholaati ‘alaiH(i)_
sebagaimana Engkau perintahkan untuk bershalawat kepadanya

وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ٤
_wa sholli ‘alaa muhammadin_
4. Limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad

كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُصَلَّى عَلَيْهِ
_kamaa tuhibbu an-yusholla ‘alaiH(i)_
sebagaimana Engkau suka agar dibacakan shalawat atasnya

وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ٥
_wa sholli ‘alaa muhammadin_
5. Dan limpahkanlah pula shalawat kepada Nabi Muhammad

كَمَا تَنْبَغِي الصَّلاَةُ عَلَيْهِ
_kamaa tanbaghish-sholaatu ‘alaiH(i)_.
sebagaimana selayaknya ucapan shalawat atasnya



*Ampunan Allah untuk Imam Syafi’i*

Pensyarah kitab *Dala-ilul Khairat*, Syaikh Abul Abbas Ibn Mindil menyebutkan bahwa dalam kitab Tuhfatul Maqashid bahwa *Imam Syafi’i pernah dimimpikan oleh seseorang*.

Orang itu bertanya kepada Imam Syafi’i, “*Apa yang telah diperbuat Allah atas diri Anda*?”

Imam Syafi’i menjawab, “*Allah telah mengampuni diriku*.”

Orang itu bertanya lagi, “*Dengan amal apa*?”

Imam Sayfi’i menjawab, “*Dengan 5 kalimat yang aku pergunakan untuk bershalawat kepada Nabi*.”

“Seperti apa bentuknya?”

Lantas Imam Syafi’i mengucapkan shalawat tersebut di atas.



*Lafal shalawat kedua*:

صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
_ShollalaaH ‘alaa nabiyyinaa muhammadin_
Ya Allah, limpakanlah shalawat atas Nabi kami, Nabi Muhammad

كُلَّما ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ
kullamaa dzakaroHuz-d zaakiruun(a)
selama orang-orang yang ingat menyebut-Mu

وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُونَ
_wa ghofala ‘an dzikriHil-ghaafiluun(a)_
dan orang-orang yang lalai untuk menyebut-Nya


*Dibebaskan dari Hisab*

Berkenaan dengan shalawat ini, Imam Al-Ghazali menyebutkan dalam kitab Ihya Ulumiddin dari riwayat Imam Abul Hasan Asy-Syafi’i, dia berkata:

رَأَيْتُ النَّبِيَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَنَامِ فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ بِمَ جُوْزِيَ الشَّافِعِيُّ عَنْكَ حَيْثُ يَقُوْلُ فِي كِتَابِهِ الرِّسَالَةِ*وَ صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ كُلَّمَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُونَ* فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  *جُوْزِيَ عَنِّي أَنَّهُ لاَ يُوْقَفُ لِلْحِسَابِ


“Saya telah bermimpi melihat Rasulullah ﷺ , lalu saya bertanya, ‘Ya Rasulullah, dengan kebaikan apa Imam Syafi’i diberi balasan dari sebab ucapannya dalam kitab al-Risalah?’

‘_WashollallaaHu ‘alaa muhammaddin kullamaa dzakaraHudz-d zakiruun(a) waghofala ‘an dzikriHil –ghoofiluun(a)_?

Rasulullah menjawab; *’Ia dibebaskan dari keharusan menghadapi hisab*.’”


#Disadur dari: BincangSyariah.Com –dengan sedikit variasi redaksional


Akan tetapi, syair shalawat yang juga *di-nisbat-kan kepada Imam Syafi’i*, yang  *paling sering dilantunkan di masjid-masjid*, menjelang dikumandangkannya azan atau sebagai pembuka doa adalah:


أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ
_AllaaHumma sholli afdholas-sholaati
Ya Allah, tambahkanlah rahmat dan kesejahteraan

عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ
‘alaa as’adi makhluuqootika
untuk sebahagia-bahagia makhluk-Mu

سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
sayyidinaa muhammadin
Nabi Muhammad ﷺ

عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ
’adada ma’luumaatika
sebanyak pengetahuan-Mu

وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ
wa midaada kalimaatika
sebanyak kalimah-Mu

كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ
kullamaa dzakara ka dzaakiruuna
pada saat zikir orang-orang yang ingat

وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ
wa ghofala ‘andzikrikal–ghoofiluun
dan ketika lengah orang-orang yang lalai berzikir kepada-Mu



Shalawat adalah wasilah –jalan atau jembatan, untuk lebih cepatnya, doa-doa dikabulkan.

Syair shalawat mana pun yang dibacakan, semuanya bagus; semuanya disukai Allah. *Shalawat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan untuk dilakukan, yang Allah sendiri melakukannya*.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
_InnallaaHa wa malaa`ikataHuu yusholluụna ‘alan-nabiyy(i), yaa ayyuhalladziina aamanuu sholluu ‘alaiHi wa sallimu tasliimaa_

“Sesungguhnya *Allah beserta para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi*. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).


Ciomas, 14 Februari 2025, waktu Dhuha. Salam, Jr.

Tinggalkan komentar